Strategi PTPN Group Tingkatkan Produktivitas Petani Melalui Digitalisasi
![]() |
Sawit Rakyat Online, aplikasi android besutan PT Perkebunan Nusantara V |
Jakarta - Holding Perkebunan
Nusantara III (Persero) melalui anak perusahaannya PT Perkebunan Nusantara V
melakukan beragam terobosan dalam upaya memangkas ketimpangan produktivitas
petani sawit, salah satunya melalui pendekatan digitalisasi .
Strategi tersebut diwujudkan anak
perusahaan yang beroperasi di Bumi Lancang Kuning, Provinsi Riau tersebut
melalui sawit rakyat online, sebuah aplikasi berbasis Android yang memudahkan
petani mengakses dan mendapatkan bibit sawit unggul bersertifikat.
Pasca diluncurkan pertama kali pada
akhir 2021 lalu, aplikasi yang dapat diakses melalui Play Store tersebut telah
diunduh lebih dari 10.000 kali. Bahkan, aplikasi yang dirancang dengan
sederhana dan dapat digunakan dengan mudah oleh para petani tersebut mendapat
penilaian positif dari para pengguna.
"Kita bersyukur aplikasi yang
dirancang dan dikembangkan oleh insan-insan PTPN V ini memberikan manfaat besar
kepada petani untuk mendapatkan bibit sawit berkualitas dan
bersertifikat," kata Chief Executive Officer PTPN V Jatmiko Santosa di Jakarta,
Sabtu (16/9/2023).
Ia mengatakan maraknya bibit sawit
palsu yang beredar luas di kalangan para petani menjadi dasar utama lahirnya
kebijakan pembukaan kran bibit sawit yang dilepas secara daring tersebut.
Program tersebut dilangsungkan secara masif dan berkelanjutan di tujuh sentra
sekitar unit perusahaan pada 2021 lalu.
Selama tiga tahun terakhir program
itu berjalan dengan sangat baik dan mendapat antusiasme tinggi dari para
petani. Seolah oase di gurun pasir, dalam kurun waktu dua tahun, lebih dari 1,6
juta bibit diserap sekitar 4.300 petani sawit.
Jatmiko mengatakan bahwa keberadaan
bibit palsu sejatinya telah mendera petani begitu lama. Keberadaan bibit palsu
membuat petani merana hingga tiga dekade lamanya.
"Bayangkan, ketika salah pilih
bibit. Petani tertipu. Selama 25 hingga 30 tahun lamanya sawit mereka tidak
tumbuh maksimal, produktivitas rendah, dan ekonomi pun terganggu. Inilah kenapa
program ini kita hadirkan, termasuk melalui sentuhan teknologi," ujarnya.
Tidak hanya fasilitas penjualan
bibit, lanjutnya, aplikasi tersebut juga menyediakan fitur diskusi daring. Para
pemilik akun dapat melakukan komunikasi dua arah untuk melaksanakan budidaya
perkebunan berkelanjutan.
Perusahaan menyiapkan kolom diskusi
dan admin khsus untuk menjawab pertanyaan para petani.
Lebih jauh, Jatmiko turut
menjelaskan bahwa sejak awal, semangat berdirinya PTPN V adalah untuk tumbuh
dan berkembang bersama petani. Dalam empat tahun terakhir, ragam transformasi
yang diusung PTPN V salah satunya adalah mengembalikan perusahaan tersebut
kembali ke khitahnya.
"Dan Alhamdulillah, program
bibit sawit unggul bersertifikat kepada petani ini mendapat atensi dari Menteri
BUMN Bapak Erick Thohir. Beliau mengapresiasi program ini karena disaat
perusahaan lainnya menutup kran bibit unggul, PTPN V justru membuka selebar-lebarnya,"
paparnya lagi.
Sementara itu, salah seorang petani
sawit Rustam Efendi mengatakan kebijakan penyediaan bibit sawit unggul
bersertifikat disertai dengan sentuhan teknologi sangat memudahkan petani.
Selain transparan, dia mengatakan petani juga diberikan kemudahan untuk melacak
ketersediaan bibit sesuai alamat pembeli.
Rustam yang telah membeli 1.000
bibit untuk peremajaan 8 hektare kebun sawitnya pada 2021 lalu mengatakan saat
ini perkebunan sawit miliknya telah tumbuh dengan sangat baik. Bahkan, tanaman
sawit mudanya telah menghasilkan tandan buah segar.
"Ini terobosan yang luar biasa
dari PTPN V. Sebagai petani sawit, program ini menjadi jawaban atas kerisauan
kami akan tsunami bibit sawit palsu di pasaran" demikian Rustam.
Holding Perkebunan Nusantara III
(Persero) terus mendorong transformasi digitalisasi untuk menjawab tantangan
era revolusi industri 4.0. Tranformasi digital bertujuan untuk mengembangkan
sistem pengelolaan perkebunan menjadi lebih efektif dan efisien.
Sejalan dengan perkembangan
teknologi dan informasi yang begitu cepat, PTPN III bersinergi melakukan
digitalisasi untuk mengintegrasi aktivitas perkebunan. Program itu bertujuan
untuk meningkatkan efesiensi dalam pengelolaan bidang perkebunan dan industri
kelapa sawit di Indonesia yang selama ini dikelola secara konvensional, untuk
bertransformasi menuju modernisasi dengan memanfaatkan teknologi digital.

Komentar
Posting Komentar